STOCKHOLM, KOMPAS. com – Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven, pada Minggu (22/8/2021) menyatakan mau mundur bulan November.

Keputusan pengunduran dirinya dilandasi agar penggantinya memiliki cukup waktu untuk bersiap menuju pemilu Swedia di September 2022.

Seorang analis mengatakan, Lofven disinyalir juga sadar dirinya tak cukup baik menyelenggarakan, sehingga rela menyerahkan jabatannya kepada yang lebih piawai.

Membaca juga: Raja Swedia Menghargai Negaranya Salah Tidak Kerjakan Lockdown

“Lofven bukan juru usaha atau pendebat pemilu dengan baik, dia bukan pemimpin yang dibutuhkan Sosial Demokrat dalam kampanye pemilu yang sulit di mana retorika penting, ” tulis Ewa Stenberg, pengamat politik dalam harian Swedia,   Dagens Nyheter .

Ia melanjutkan, pilihan Lovfen untuk mundur ialah keputusan yang bijaksana.

“Dengan latar belakang itu, masuk akal jika dia menyerahkan kepada seseorang yang lebih baik dengan kata-kata dan yang dapat menimbulkan antusiasme, ” dikutip Kompas. com dari AFP .

Dapatkan informasi, petunjuk dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lofven (64) diangkat kembali sebagai perdana menteri oleh parlemen pada awal Juli, beberapa minggu setelah digulingkan dalam mosi tak percaya.

Dalam kampanye politiknya dia engatakan, akan “meninggalkan posisi hamba sebagai ketua partai dalam kongres partai pada November dan setelah itu pula mengundurkan diri sebagai Perdana Gajah. ”

Baca juga: Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Membenarkan terhadap PM Stefan Lofven