BEIJING, KOMPAS. com – Perwakilan tingkat tinggi Taliban di China menguatkan jika mereka berkuasa, Afghanistan takkan menjadi basis separatis.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Mohammad Naeem saat mereka berkunjung ke Beijing untuk pikiran dengan “Negeri Panda”.

Afghanistan dan China dibatasi kawasan pegunungan terjal tanpa adanya persimpangan timah sepanjang 76 kilometer.

Baca selalu: Puluhan Warga Afghanistan Diseret dari Rumahnya dan Dieksekusi oleh Taliban

Meski begitu, Beijing kacau jika Afghanistan akan menampung etnis Uighur yang dianggap sebagai kelompok separatis.

“Emirat Islam membuktikan China bahwa Afghanistan tidak akan menjadi sarang untuk kelompok yang berniat menggempur suatu negara, ” jaminan Naeem.

Dia menerangkan, “Negeri Panda” selalu berjanji tidak akan mengintervensi, sebaliknya membantu mencari solusi dan memberi perdamaian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam beberapa kamar terakhir, Taliban melakukan mati global demi mendapatkan pengesahan internasional di tengah cara mereka merebut kembali adikara.

Di di negeri, mereka sudah menawan ratusan distrik sejak Mei, saat AS bersiap memikat seluruh pasukannya pada Agustus.

Beijing tahu menjadi host delegasi Taliban pada 2019, dengan dialog keduanya lebih banyak terjadi lewat jalur belakang melalaikan Pakistan.

Baca juga: Dukung Afghanistan Lawan Taliban, AS Ketentuan Terus Lancarkan Serangan Udara

Para pemimpin komunis di China dan Taliban yang pokok jelas mempunyai sedikit kecocokan dalam hal ideologi.