PESHAWAR, KOMPAS. com semrawut China menyatakan, ledakan bus yang menewaskan 12 karakter, termasuk sembilan warganya adalah serangan bom.

Bus itu membawa 40 insinyur, surveyor, dan staf mekanik “Negeri Panda” ke lokasi pembangunan pembangkit elektrik tenaga air di Khyber Pakhtunkhwa.

Pakistan adalah sekutu terdekat Beijing di Asia Selatan. Namun, keamanan warganya terus oleh sebab itu isu utama.

Baca juga: Bus Jatuh ke Jurang dalam Pakistan, 13 Orang Tewas

Kebanyakan lantaran warga China yang dikirim bertugas mengawasi dan ikut membangun proyek infrastruktur Pakistan.

Islamabad melalaikan kementerian luar negeri menyatakan, bus itu terguling ke jurang karena kesalahan teknis.

“Sesampai di dasar, terjadi kebocoran target bakar yang menyebabkan ledakan, ” ujar Islamabad dilansir AFP Rabu (14/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email

Sementara ahli bicara Kementerian Luar Jati China Zhao Lijian menyuarakan kendaraan tersebut jadi korban serangan bom.

Dia menyerukan Islamabad biar mencari pelaku dan menghukumnya, serta menjamin keselamatan awak “Negeri Panda”.

Sebelumnya, Kedutaan Besar China di Islamabad juga menyebut warganya menjadi korban serangan.

Selain sembilan awak “Negeri Panda”, korban tewas lainnya adalah tiga masyarakat Pakistan dalam insiden yang terjadi pukul 07. 00 tersebut.

Pandai Khan Yousafzai, pejabat senior di Distrik Kohistan mengutarakan, 28 orang lainnya terluka dan dilarikan ke rumah sakit oleh militer.

Pembangunan Bendungan Dasu di Sungai Indus berlaku pada 2017, dan berlaku selama lima tahun.

Selama bertahun-tahun, salah satu negara dengan ekonomi terkuat dunia itu menggelontorkan miliaran dollar untuk proyek infrastruktur Pakistan.

Tetapi, proyek tersebut ditentang masyarakat lokal, karena menganggap para pekerjanya lebih banyak dibanding luar.

Baca juga: Antarkan Siswi Ujian Masuk Perguruan Tinggi, Bus Jatuh 10 Meter ke Danau