GAZA CITY, KOMPAS. com – Israel menghancurkan satu-satunya laboratorium dalam Jalur Gaza yang mampu memproses tes Covid-19.

Laboratorium tersebut rusak akibat serangan udara yang dilancarkan Israel pada Senin (17/5/2021).

Melansir The Hill , hancurnya laboratorium tersebut membuat pengujian virus corona di daerah kantong itu berhenti total.

Baca pula: Sistem Kesehatan di Gaza Kocar-Kacir, Para Dokter Berteriak Kewalahan

The New York Times mengadukan, serangan udara tersebut awalnya menargetkan gedung lain dalam seberang laboratorium tersebut.

Serangan itu melanda target dan menghancurkannya, namun puing-puing gedung dan peluru dari serangan itu menjalar dan merusak laboratorium tersebut.

Kantor Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas juga rusak akibat ledakan itu, menurut Direktur Pengobatan Pencegahan Kementerian Kesehatan Majdi Dhair.

Dhair mengatakan kepada The New York Times kalau seorang pegawai kementerian terluka parah dan dirawat dalam rumah sakit setelah tersentuh puing-puing.

Baca juga: Perancis Terlantas Kembali Resolusi Gencatan Senjata atas Konflik di Gaza

“Serangan ini biadab. Tidak ada cara untuk membenarkannya, ” tutur Dhair.

Dhair bertutur kepada The New York Times jika dia yakin peralatan di dalam laboratorium tersebut masih berfungsi.

Namun, dia menambahkan, akan membutuhkan setidaknya satu hari untuk menyapu dan mempersiapkan laboratorium untuk pengujian Covid-19 lagi.

Sebelum laboratorium siap, tim medis belum bisa melakukan pengujian Covid-19.

Baca juga: 11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serbuan Israel

Terima afeksi telah membaca Kompas. com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email