MUMBAI, KOMPAS. com – Sementara kota-kota bagaikan Delhi dan Mumbai merupakan pusat awal infeksi, virus tersebut kini telah merebak ke lebih banyak wilayah pedesaan. Petugas medis mengutarakan orang-orang beralih ke sinse untuk membantu mereka.

Dr Ashita Singh, kepala pengobatan di Panti Sakit Kristen Chinchpada pada bagian terpencil negara periode Maharashtra Mumbai, mengatakan tahu peningkatan jumlah pasien.

Tapi mereka datang dengan tanda cap yang diberikan oleh dukun untuk mengusir ‘roh’ yang mereka yakini menyebabkannya infeksi. Yang lain mengandalkan pengobatan herbal.

Baca juga: Tsunami Covid-19 di India: Kami Bisa Terpaksa Memanas-manasi Mayat di Jalanan

Tengah beberapa telah meninggalkan tempat mereka, karena takut lelembut yang diyakini menyebarkan penyakit, membantu infeksi menyebar bertambah jauh dan lebih lekas.

Mereka dengan mencari pertolongan di sendi sakitnya, yang hanya diperlengkapi untuk menangani 80 penderita. Namun itu seringkali pegari hanya sebagai upaya final, tambahnya, dan biasanya sungguh-sungguh sakit untuk diselamatkan.

Krisis ini betul parah di New Delhi, dengan orang meninggal di luar rumah sakit yang penuh sesak di mana tiga orang sering terpaksa berbagi tempat tidur.

Berbicara pada Radio 4, dia berkata: “(Ada) banyak ketergantungan dalam pengobatan asli, dalam keyakinan kuno.

“Kami memiliki banyak pasien yang berada di bangsal awak memiliki bekas luka di perut mereka. Itu karena mereka pertama kali kabur ke dukun yang memberi mereka cap besi radang dengan harapan roh jahat yang diyakini menjadi penyebab penyakit ini akan terusir. ”

Taat Singh, dukun menjadi bahan pertama warga pedesaan. Hanya sebagian kecil yang mau datang ke rumah rendah, sebagian besar akan berangkat ke dukun atau praktisi pribumi. Di sana mereka akan mendapat obat herbal untuk penyakit mereka.

“Banyak waktu terbuang dan orang-orang datang sangat terlambat dan sangat melempem, dan banyak dari itu tidak pernah datang ke rumah sakit. Jadi apa yang kita lihat di rumah sakit sebenarnya hanyalah puncak gunung es. ”

Mengucapkan juga: Dijanjikan Vaksin Covid-19, Remaja di India Diperkosa Selama 1 Jam