WASHINGTON DC, KOMPAS. com – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Senin (19/4/2021) mengecam Rusia melakukan “eskalasi tanpa alasan” terhadap Ukraina.

AS menanggapi kabar soal Rusia akan memblokade sebagian Bahar Hitam, yang merupakan akses menuju pelabuhan Ukraina.

Baca pula: Balas Dendam, Ukraina Mengusir Diplomat Rusia dari Kiev

Media Pemerintah Rusia melaporkan bahwa Moskwa bermaksud merapatkan sebagian Laut Hitam untuk militer asing dan pesawat resmi selama 6 bulan, seperti yang dilansir daripada AFP pada Selasa (20/4/2021).

Langkah seperti itu dapat memengaruhi akses ke pelabuhan Ukraina dalam Laut Azov.

Baca juga: Mobilisasi Pasukan Rusia di Tapal batas Ukraina Terbesar sejak 2014

Pangkalan itu terhubung dengan Bahar Hitam melalui Selat Kerch, di ujung timur Jazirah Krimea yang dicaplok oleh Rusia pada 2014.

“Ini merupakan penambahan lain yang tidak beralasan dalam kampanye berkelanjutan Moskwa untuk merusak dan mengguncang Ukraina, ” kata spesialis bicara Departemen Luar Daerah AS Ned Price pada sebuah pernyataan.

Baca serupa: Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

“Perkembangan ini sangat meresahkan di tengah petunjuk yang dapat dipercaya tentang penumpukan pasukan Rusia pada Krimea yang diduduki serta di sekitar perbatasan Ukraina, ” lanjut Price.

“Sekarang itu berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sejak invasi Rusia pada 2014, ” jelasnya.

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Paus Fransiskus Naikkan Bicara

Ketegangan antara Rusia serta Barat telah meningkat di beberapa pekan terakhir, menyusul peningkatan pertempuran antara prajurit Ukraina dan separatis pro-Rusia di timur Ukraina.

Moskwa telah mengerahkan puluhan ribu tentara pada sepanjang perbatasan utara serta timur Ukraina, serta di Krimea yang dicaplok, mendatangkan peringatan dari NATO.

Baca juga: AS Ancam Rusia Bila Alexei Navalny sampai Tewas