AMMAN, KOMPAS.com – Seorang pangeran Jordania mengaku, dia menjadi tahanan rumah karena melontarkan kritik kepada sang raja.

Dalam video yang dirilis pengacaranya, Pangeran Hamzah bin Hussein menuding saudara tirinya, Raja Abdullah, korupsi dan tak kompeten mengurus negara.

Pernyataan sang bangsawan terjadi setelah terjadi penangkapan sejumlah pejabat tinggi atas tuduhan melakukan kudeta.

Baca juga: Gabung ke Startup Bernama BetterUp, Begini Kesan Pangeran Harry

Militer sebelumnya membantah mereka menjadikan Pangeran Hamzah sebagai tahanan rumah, seperti dilansir BBC Sabtu (3/4/2021).

Meski begitu, dia diperintahkan untuk tidak melakukan gestur yang bisa dijadikan senjata “mengancam keamanan dan stabilitas” negara.

Penahanan Pangeran Hamzah terjadi setelah dia mengunjungi para pemimpin suku, dan mengeklaim memperoleh dukungan.

Meski begitu, dia membantah sudah melakukan pelanggaran dan terlibat dalam konspirasi seperti yang dituduhkan.

Apa yang pangeran katakan?

Dalam video yang dirilis, Hamzah mengungkapkan dia dikunjungi oleh kepala staf jenderal Jordania pada Sabtu pagi waktu setempat.

Baca juga: Pekerjaan Baru Pangeran Harry Kini di Sebuah Perusahaan Kesehatan Mental

Dalam kunjungannya, si petinggi jenderal menekankan Hamzah untuk tak pergi keluar atau berkomunikasi dengan orang lain.

“Karena dalam pertemuan yang hadiri, di media sosial, terdapat kritikan untuk raja,” papar si bangsawan.