BRUSSELS, KOMPAS. com – Uni Eropa dalam Senin (22/3/2021) menjatuhkan sanksi ke 10 petinggi militer Myanmar, termasuk Jenderal Min Aung Hlaing yang menyelenggarakan kudeta.

Hukuman untuk Min Aung Hlaing berupa pembekuan aset dan blacklist visa, kata buku harian resmi Uni Eropa yang dikutip AFP .

“Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing secara langsung terlibat & bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan mengenai fungsi negara, dan karena itu bertanggung jawab atas rusaknya demokrasi dan supremasi hukum pada Myanmar, ” demikian sebutan pernyataan tersebut.

Baca juga: Militer Myanmar Berniat Balas Sakit karena 4 Temannya Mati, 1. 500 Warga Dukuh Mengungsi

Dikatakan juga bahwa panglima militer itu dengan langsung bertanggung jawab tempat tindakan brutal yang dilakukan aparat keamanan, dalam kudeta Myanmar sejak 1 Februari.

Blok 27 negara itu pun memasukkan, sembilan petinggi militer yang lain serta kepala komisi penetapan Myanmar masuk daftar hukuman juga.

Jadwal sanksi yang disetujui sebab para menteri luar kampung Uni Eropa itu diteken dalam pertemuan di Brussels, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Dituding Pasok Beras untuk Tentara Myanmar, Begini Tanggapan Prajurit Thailand

Ini adalah balasan pertama Uni Eropa kepada kudeta militer Myanmar.

Myanmar berada pada kekacauan sejak militer menggulingkan kepemimpinan Aung San Suu Kyi bulan lalu.

Kudeta ini menimbulkan demo Myanmar besar-besaran yang berujung ricuh dan makan korban ratusan nyawa.

Para diplomat Eropa mengatakan, bisnis yang terpaut dengan militer Myannmar mau dikenakan sanksi juga di beberapa pekan mendatang.

Baca pula: 231 Orang telah Mati Dibunuh Junta Militer pada Aksi Protes Anti-kudeta Myanmar