KUALA LUMPUR, KOMPAS. com – Seorang petani & penjual burger di Malaysia dipenjara 2 tahun, setelah mendanai aksi teroris di Indonesia.

Hakim Datuk Muhammad Jamil Hussin menjatuhkan vonis kepada dua sekawan, Muhammad Syazani Mahzan dan Muhamad Nuurul Amin Azizan.

Keduanya mengaku bersalah atas perkara membantu terorisme tiga tahun berserakan, dilansir Malay Mail Senin (11/1/2021).

Baca juga: Terduga Teroris di Cikarang Danai Lagak Bom Bunuh Diri di Thamrin

Baik Syazani dan Nuurul diperintahkan buat menjalani hukuman penjara dari agenda mereka ditangkap, yakni 14 Mei 2019.

Wakil Jaksa Penuntut Mohd Izhanudin Alias & Mohd Farhan Aliff Ahmad meminta Hakim Jamil agar melihat betapa seriusnya kasus ini.

Sebab, kasus itu melibatkan gerombolan Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS), yang dianggap sebagai kasus global.

Kedua jaksa penuntut menerangkan Syazani dan Nuurul memang memberikan uang senilai 100 ringgit, atau Rp 348. 253.

“Meskipun kecil, uang itu diberikan ke teroris di Indonesia untuk mewujudkan senjata. Bahkan, terdakwa pergi (ke Indonesia) dan belajar membuat peledak, ” kata keduanya.

Syazani, yang bekerja sebagai penjual burger dan Nuurul yang merupakan petani, mengaku bersalah atas dakwaan alternatif menyediakan properti teroris.

Baca juga: Menyekat Aksi Teroris di Filipina Daksina, Indonesia Latihan Bersama Malaysia-Filipina

Keduanya menyediakan kekayaan 100 ringgit ke WNI bernama Fatoni Amin Tohari, melalui Mohd Izham Razani, dan disetorkan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI).