TOKYO, KOMPAS. com – Sejumlah warga Jepang berendam di pemandian tirta es selama ritual Shinto dalam kuil pada Minggu (10/1/2021) untuk menyucikan jiwa dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Mereka semua menggunakan pakaian tradisional berwarna serba putih. Para-para pria menggunakan celana ikat pinggang dan para wanita menggunakan yukata.

Melansir Reuters pada Minggu (10/1/2021), tidak banyak warga Jepang, hanya belasan yang mengambil bagian dalam ritual dalam acara tahunan di Kuil Teppou-zu Inar.

Baca juga: Denmark Siapkan Paspor Vaksin Covid-19 Digital

Perayaan ini disebutkan sengaja diperkecil & orang-orang tidak diperbolehkan menonton di tahun ini karena pandemi Covid-19 yang membuat krisis kesehatan ijmal.

Pada awal 2020, sebelum pembatasan virus corona diberlakukan, peserta ritual tahunan ini berjumlah hingga seratus orang.

Sebelum berendam air es, para-para peserta melakukan sedikit pemanasan dan kidung di bawah langit cerah kala itu bersuhu 5, 1 derajat celcius.

Baca juga: Ratu Elizabeth II dan Suaminya Disuntik Vaksin Covid-19, Paus Fransiskus Pekan Depan

Setelah itu, 9 pria dan 3 wanita tiba turun ke kolam pemandian menyimpan air dingin dan balok es besar.

Lebih kecil peserta di ritual Shinto memproduksi air menjadi sangat dingin, introduksi peserta bernama Naoaki Yamaguchi kepada Reuters .

“Normalnya peserta lebih dari ini dan membuat minuman menjadi sedikit lebih hangat. Namun tahun ini, di sini cuma ada 12 orang, jadi tersebut (dinginnya) parah, ” ujar peserta berusia 47 tahun itu.

Baca juga: Orang Presiden Perancis Rupanya Terinfeksi Covid-19 Selama Natal

Kuil menambahkan tema “menangkal pandemi” pada perayaan tahun ini, yang diadakan di Minggu kedua di setiap tahun dan sekrarang leler perayaan ini sudah 66 tarikh.

“Saya berdoa supaya virus corona yang datang sesegera mungkin dapat berakhir, ” ujar Shinji Ooi yang berusia 65 tahun, yang memimpin umat paroki “Yayoikai” di kuil.

Baca juga: Pesenam Itu Ceritakan Rumahnya Terbakar karena Tidak Bisa Cium Bau Setelah Langsung Covid-19

Jepang telah berusaha keras menahan lonjakan baru virus corona yang menginfeksi, dengan Tokyo melaporkan 1. 494 kasus baru pada Minggu (10/1/2021).

Pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat terbatas untuk Tokyo dan 3 prefektur terdekatnya di dalam Kamis (13/1/2021), yang artinya mencakup 30 persen dari popuasi negeri itu.

Baca juga: Dokter Ini Sebut Vaksin Covid-19 dari Sinopharm Paling Tidak Aman di Dunia