COPENHAGEN, KOMPAS. com – Denmark pantas menyiapkan “paspor vaksin” digital untuk orang-orang yang telah menerima vaksin Covid-19.

Langkah tersebut dilakukan warganya dapat melakukan perjalanan ke negara-negara di mana pengumpulan semacam itu diperlukan selama pandemi.

“Diperkirakan akan tersedia persyaratan dari negara lain buat menunjukkan dokumentasi vaksin saat menyelundup ke perbatasannya. Paspor vaksin Denmark dapat digunakan saat itu, ”kata Kementerian Kesehatan Denmark dalam penjelasan melalui email pada Jumat (8/1/2021).

Paspor sanggup diluncurkan pada bulan-bulan pertama tarikh ini, untuk diakses melalui situs web kesehatan masyarakat Denmark, prawacana kementerian itu, melansir New York Post.

Tidak jelas apakah paspor akan tersedia melalui aplikasi.

Baca juga: Netanyahu Teror Bos Pfizer dan Tukar Lebih Mahal untuk Kejar Pasokan Vaksin Covid-19

Kementerian menggarisbawahi perlunya menyelidiki lebih lanjut apakah orang yang telah di vaksin masih dapat menularkan virus, dan berapa lama vaksin bertahan sebelum suntikan lain diperlukan.

Sementara itu, Estonia tahun lalu menyatakan sedang menilai “paspor kekebalan digital. ” Kegunaannya untuk melacak mereka yang sudah pulih dari Covid-19, dan menggondol telah memiliki kekebalan terhadap virus itu.

Namun lestari ada pertanyaan mengenai apakah atau untuk berapa lama orang itu akan terlindungi vaksin.

Denmark mulai memvaksinasi lansia dan petugas kesehatan pada akhir Desember.

Mengucapkan juga: Jerman dan Denmark Pertimbangkan Opsi Tunda Dosis Kedua Vaksin Covid-19

Sejauh ini vaksin telah diberikan pada sekitar satu persen dari populasinya, menempatkannya di atas sebagian luhur negara Eropa.

Vaksinasi di sekitar 900 panti lanjut usia di seluruh negeri diharapkan siap pada Jumat (8/1/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tarikh lalu juga menyatakan sedang menjalankan sertifikat vaksinasi elektronik. Bentuknya sama dengan “kartu kuning pintar” atau cara digital dari buklet vaksin pelit yang digunakan di banyak negara.

Sebelumnya pada November tahun lalu, maskapai penerbangan Australia Qantas menyatakan maskapai akan mewajibkan penumpang memiliki vaksinasi Covid-19 pra melakukan penerbangan kedepannya.

Baca juga: Khawatir Sebarkan Versi Mutasi Covid-19, Belasan Juta Cerpelai akan Dimusnahkan di Denmark