MOSKWA, KOMPAS. com kepala Statistik baru yang dirilis oleh pemerintah Rusia menunjukan jumlah mair tiga kali lipat dari apa yang telah dilaporkan hingga saat ini.

Padahal sampai pertengahan bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat menyatakan keberhasilan negara itu dalam menjaga tingkat kematian akibat Covid-19 tetap hina.

Jumlah baru yang dirilis pada Senin (28/12/2020) oleh Rossat nyatanya menunjukan kondisi dengan berbeda.

Institusi statistik negara bagian Rusia tersebut melaporkan kematian dari semua pengantara di negara itu meningkat 229. 732 dari Januari hingga November, selama periode waktu yang pas tahun lalu, menurut beberapa outlet berita yang menganalisis data itu.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova mengatakan bertambah dari 81 persen dari penambahan itu disebabkan oleh Covid-19, melansir Washington Examiner pada Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Total Kematian di Rusia Meningkat maka 20, 5 Persen Sejak Pandemi

Artinya setidaknya 186. 000 orang Rusia wafat selama periode itu karena virus tersebut. Hingga saat ini, Rusia baru melaporkan sekitar 55. 000 kematian akibat virus corona.

Hingga Selasa (29/12/2020) burit, situs web yang berisi statistik baru tidak dapat diakses. Masa link tersebut diklik, sebuah halaman muncul dengan kata-kata yang secara kasar dapat diterjemahkan menjadi “akses ditolak. ”

Menurut hitungan CNN berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, 186. 000 maut (angka yang kemungkinan lebih agung mengingat itu tidak termasuk Desember), akan membuat Rusia menjadi negeri dengan jumlah kematian tertinggi ke-3 dari negara mana pun pada dunia yang telah melaporkan jumlahnya.

Rusia akan kurang di bawah Brasil, yang memiliki 191. 570 kematian, dan Amerika Serikat dengan 336. 325.

Jumlah itu juga akan menjadikan Rusia negara terburuk ketiga untuk kematian akibat virus corona per 100. 000 karakter, dengan 128 kematian per 100. 000 jiwa. Belgia melaporkan 168 kematian per 100. 000 serta San Marino 169.

Baca juga: Menkes Rusia Sebut Vaksin Sputnik V Tenteram untuk Lansia 60 Tahun ke Pada

Bersandarkan jumlah kematian akibat virus corona yang dilaporkan sebelumnya di Rusia, hitungan CNN saat ini melaporkan negara tersebut memiliki 38 kematian kelanjutan virus corona per 100. 000.

Pada Agustus, Rusia menjadi negara pertama yang mencantumkan vaksin. Putin meyakinkan warganya bahwa vaksin tersebut aman, walaupun penggunaannya dilakukan sebelum uji klinis lazim selesai.

Survei dengan dilakukan oleh perusahaan pemungutan bahana milik negara VCIOM dan institusi pemungutan suara Levada menunjukan, cuma 38 persen orang Rusia yang berencana untuk mendapatkan vaksin sputnik V buatan pemerintahnya itu.

Baca juga: Kalender Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai