KOMPAS. com – Intifada adalah gerakan tangkisan luas rakyat Palestina kepada pendudukan Israel.

Sejarah mencatat, gerakan Intifada telah terjadi sebanyak dua kali. Intifada pertama dimulai pada Desember 1987 serta berakhir pada September 1993.

Sedangkan Intifada kedua dimulai pada September 2000 dan diyakini berakhir pada 2005. Intifada kedua juga kerap disebut sebagai Intifada Al-Aqsa.

Kedua gerakan persabungan tersebut mengakibatkan kematian bertambah dari 5. 000 masyarakat Palestina dan sekitar satu. 400 orang Israel.

Baca pula: [Cerita Dunia] Gedung Pencakar Langit Pertama di Dunia Tingginya 42 Meter

Perempuan Palestina duduk di belakang kereta saat terjadi bentrokan dengan tentara Israel di dekat Nahal Oz, Gaza, 10 Oktober 2015. AFP PHOTO / MAHMUD HAMS Perempuan Palestina duduk di belakang kereta saat terjadi bentrokan dengan tentara Israel di depan Nahal Oz, Gaza, 10 Oktober 2015.

Terima kasih telah membaca Kompas. com.
Dapatkan bahan, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email

Melansir Britannica , ada sebesar faktor dan penyebab sempurna yang memicu pecahnya Intifada Pertama.

Pertama , perampasan desa dan pembangunan pemukiman sebab Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Israel melakukan perbuatan ilegal tersebut setelah partai sayap kanan Likud menang pemilu di 1977.

Kedua , meningkatnya represi Israel sebagai tanggapan akan meningkatnya protes Palestina sesudah invasi Israel ke Lebanon pada 1982.

Ketiga , munculnya kader-kader aktivis lokal Palestina baru yang menantang kepemimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Kemunculan pemrakarsa tersebut merupakan hasil lantaran sebuah proses yang dibantu Israel untuk mengekang aktivisme politik dan memutuskan hubungan PLO dengan wilayah perebutan di awal 1980-an.

Baca serupa: [Cerita Dunia] (barang) bekas Kapal Utuh Tertua pada Dunia dari Yunani Usang Karam di Laut Hitam