WASHINGTON DC, KOMPAS. com – Para ilmuwan AS mengucapkan bahwa China sedang meningkatkan kapasitasnya untuk menyimpan & meluncurkan rudal nuklir.

Gambar satelit dibanding provinsi Xinjiang di barat negara komunis itu membuktikan pembangunan lapangan silo peluru kendali nuklir.

Gambar dari laporan Federasi Sarjana Amerika (FAS), telah direspons oleh pejabat AS yang menyatakan keprihatinan terhadap pendirian nuklir China.

Baca juga: Rusia Bagi Dua “Pesawat Kiamat” Induk Komando Udara saat Konflik Nuklir

Ini adalah lapangan silo baru kedua yang dilaporkan sedang dibangun di China barat dalam 2 bulan terakhir.

Melansir BBC pada Rabu (28/7/2021), situs tersebut dapat menampung sekitar 110 silo, yang merupakan fasilitas bawah negeri yang digunakan untuk penyimpanan dan peluncuran rudal.

Silo di Xinjiang terdeteksi menggunakan citra planet komersial, tetapi gambar beresolusi lebih tinggi kemudian disediakan oleh Planet, sebuah perusahaan pencitraan satelit.

Dapatkan informasi, petunjuk dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca selalu: Buku Terbaru Sebut Ada Kekhawatiran Bahwa Trump akan Luncurkan Nuklir di Simpulan Jabatannya

China membangun lebih dari 100 silo rudal di daerah gurun Gansu, menurut analisis foto satelit perusahaan Planet. [SS/YOUTUBE/WION] SS/YOUTUBE/WION China membangun lebih daripada 100 silo rudal pada daerah gurun Gansu, patuh analisis foto satelit perusahaan Planet. [SS/YOUTUBE/WION]

Di Juni, surat kabar Washington Post melaporkan ada 120 silo yang dibangun di situs itu, yaitu dalam area gurun di Yumen, provinsi Gansu.

FAS mengatakan laporannya di Senin (26/7/2021) merupakan kedudukan baru dari Hami, kira-kira 380 km di barat laut Yumen.

Pada 2020, Pentagon mengutarakan bahwa China telah menyusun untuk menggandakan persediaan desa ledak nuklir, dari basis rendahnya.

Baca juga: Jalan Terjal Diplomasi Nuklir Iran

Kabar terbaru soal pengembangan senjata nuklir China, kemudian datang ketika AS dan Rusia bersiap untuk mengadakan pembicaraan pengoperasian senjata.