JENEWA, KOMPAS. com – Dunia diprediksi mau melampaui batas aman kemajuan rata-rata suhu Bumi lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dalam petunjuk panel iklim PBB mengatakan bahwa untuk mengatasinya diperlukan langkah ekstrem dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Pencemaran karbondioksida sudah sedemikian gawat, negeri diprediksi hanya punya waktu 15 tahun sebelum melampaui ambang batas kenaikan guru sebesar 1, 5 status Celcius pada akhir kala.

Baca serupa: Laporan Perubahan Iklim PBB Picu Aksi Protes dan Corat-coret di Australia

Kesimpulan itu termasuk dalam laporan Panel Antarnegara untuk Perubahan Iklim (IPCC) yang beranggotakan 195 negara.

Studi yang dirilis pada Senin (9/8/2021) itu menganalisa lebih dari 14. 000 belajar iklim untuk memberikan kisah yang paling jelas mengenai kondisi planet saat tersebut.

“Laporan ini membuka mata kita, ” kata Valérie Masson-Delmotte dengan ikut menyusun studi itu, seperti yang dilansir daripada DW Indonesia pada Selasa (10/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan membakar bahan bakar fosil dan melepaskan gas panti kaca ke atmosfer Bumi, aktivitas manusia menghangatkan suhu rata-rata Bumi sebanyak satu, 1 derajat Celcius.

Baca juga: Facebook Dituduh Biarkan Industri Bahan Bakar Fosil Terlanjur Misinformasi Iklim

Di seluruh dunia, kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya aliran panas, hujan lebat atau siklon tropis. Adapun dalam sejumlah kawasan, musim besar diprediksi akan berlangsung bertambah lama.

Semenjak laporan terakhir IPCC pada 2014 silam, ilmuwan saat ini lebih yakin bahwa perubahan iklim memperkuat potensi kebakaran hutan, bencana banjir ataupun cuaca ekstrem.

Solusi paling cepat adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Namun, laju dekarbonisasi sejauh ini terhalang tingkah laku pemerintah, pelaku usaha, atau konsumen.