KOMPAS. com – Belum lama ini penuh soal red notice terhadap Harun Masiku yang diterbitkan oleh KPK kepada Interpol. Apakah red notice itu?

Berikut Kompas. com akan menjelaskannya secara mengutip dari interpol. int :

Red Notice adalah permintaan kepada penegak norma di seluruh negara negeri untuk membantu mencari serta menangkap seseorang untuk tatkala waktu hingga dilakukan ekstradisi ke negara yang mengirimkan permintaan.

Baca serupa: Tak Sengaja Bantu Interpol Tangkap Sindikat Kriminal di 100 Negara, Gembong Narkoba Diminta Segera Serahkan Diri

Apa saja informasi di dalam Red Notice?

Red Notice ini mau berisi 2 informasi utama, yaitu pertama, identitas buronan, meliputi, nama tanggal lahir, kebangsaan, warna rambut, warna mata, foto, hingga benar jari.

Kedua, informasi terkait kejahatan dengan dilakukan buronan tersebut, misalnya saja soal pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan anak atau perampokan bersenjata.

Red Notice diterbitkan oleh Interpol atas permintaan negara bagian dan harus mematuhi Konstitusi dan Aturan Interpol.

Dapatkan fakta, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email

Disebutkan bahwa Red Notice ini bukanlah tulisan perintah penangkapan, melainkan wujud pemberitahuan buronan internasional.

Pada 2020, Interpol mengeluarkan 11. 094 Red Notice. Kebanyakan Red Notice dibatasi untuk digunakan penegak hukum saja, tidak buat publik.

Baca juga: Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Siapa sekadar subjek Red Notice?

Sementara itu, untuk siapa saja Red Notice ini bisa diterbitkan? Disebutkan dalam interpol. int kalau mereka adalah orang yang dicari untuk penuntutan ataupun sedang menjalani hukuman di negara yang mengeluarkan suruhan.

Negara yang dimaksud itu tidak terpatok negara asal si buronan, tetapi negara di mana buronan itu melakukan pidana.