SINGAPURA, KOMPAS. com – Hanya berselang empat hari setelah dapat bersantap maksimal lima orang, warga Singapura kembali kudu bersantap maksimal dua orang mulai 19 Juni had 8 Agustus mendatang.

Perubahan kebijakan mendadak ini diumumkan gugus tugas Covid-19 Singapura, Jumat burit (16/7/2021) setelah melonjaknya balik kasus infeksi lokal Covid-19 yang kali ini datang dari gerai karaoke plus-plus atau KTV.

Sampai hari ini 120 orang tercatat telah terkena virus corona dari klaster karaoke.

Baca juga: Covid-19 Singapura: Muncul Klaster Baru di Karaoke Plus-plus

Peraturan-peraturan pengetatan

Pengetatan sosial ini diumumkan dengan sebanyak pengecualian.

Warga yang belum divaksin atau baru menerima satu ukuran vaksin hanya dapat bersantap sendiri atau dengan kepala orang lainnya. Pengecualian dikasih jika dapat menunjukan buatan tes negatif Covid-19 yang diambil sebelum bersantap.

Khusus untuk warga Singapura yang sudah menyambut vaksin penuh Pfizer & Moderna, yaitu sebanyak perut dosis, tetap dapat bersantap maksimal lima orang. Jeda yang diizinkan adalah dua minggu setelah menerima dosis kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi serta insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga yang telah sembuh sebab Covid-19 juga diizinkan makan maksimal lima orang sebab dinilai berisiko rendah.

Acara resepsi ijab kabul tetap dapat berlanjut dengan maksimal 5 orang bola lampu meja tanpa harus mengecek status vaksinasi hadirin.

Baca pula: Setelah Klaster Karaoke, Urusan Covid-19 di Singapura Melonjak Tajam

Khusus untuk hawker , food court , & kedai kopi, terlepas lantaran status vaksinasi, jumlah dengan diizinkan bersantap maksimal adalah dua orang.

Alasannya, tempat-tempat makan tersebut memiliki kapasitas yang umum dan daya tampung dengan besar sehingga sulit meneroka status satu persatu pengunjung.