VALLETTA, PETUNJUK. com – Malta akan menjadi negeri Eropa pertama yang menerapkan larangan masuk bagi siapa saja yang belum vaksinasi dosis penuh, saat berlaku lonjakan kasus Covid-19 di Eropa saat ini.

Hanya mereka yang memiliki sertifikat vaksinasi Inggris atau Eropa yang akan diizinkan masuk Malta, mulai 14 Juli.

Gajah Kesehatan Malta Chris Fearne pada Jumat (9/7/2021) juga merencanakan untuk menerapkan larangan masuk turis dari Amerika Serikat dan lokasi asing ke Malta.

Baca juga: EMA: 2 Dosis dari 4 Vaksin Covid-19 di Eropa Bisa Lindungi Diri lantaran Varian Delta

“Kami akan menjelma negara Uni Eropa pertama yang melakukannya, tetapi ana perlu melindungi masyarakat ana, ” kata Fearne di konferensi pers seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (9/7/2021).

Malta telah dipuji sebagai negara Eropa dengan mencetak cerita sukses menghantam Covid-19, dengan 79 komisi populasi usia dewasanya telah disuntik vaksinasi penuh.

Dapatkan fakta, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email

Namun, Malta mencatat 28 kasus Covid-19 pada 27 Juni, daripada sebelumnya nol kasus. Lalu pada Jumat (9/7/20201), negeri Pulau Mediterania itu melaporkan 96 kasus baru Covid-19, menjadikan jumlah kasus 252.

Malta memiliki 30. 851 kasus dan 420 kematian, sejak awal kemunculan pandemi Covid-19.

Baca juga: Varian Delta Makin Menyebar, Asosiasi Eropa Peringatkan Ancaman Covid-19

“Mulai Kamis, 14 Juli, setiap orang yang datang ke Malta harus menunjukkan surat vaksinasi yang dimiliki: sebuah sertifikat Malta, sertifikat Inggris, atau sertifikat Uni Eropa, ” kata Fearne pada wartawan.

Melainkan untuk anak-anak yang berusia 5-12 tahun, diizinkan menyelundup ke Malta hanya dengan menunjukkan hasil tes minus Covid-19 dan didampingi cara orang tua yang divaksinasi 2 dosis.

Sebelumnya, pengunjung dari sungguh Uni Eropa, seperti AS dan beberapa negara lainnya diizinkan masuk, jika itu menunjukkan tes PCR minus Covid-19 atau telah divaksinasi sepenuhnya.

Baca juga: Daftar Negeri Uni Eropa yang Aktif Pintu untuk Turis Sudah Vaksin Covid-19