KOMPAS. com – Pemakaian Instrumen Pelindung Diri (APD) buat dokter yang menangani kejadian Covid-19 jamak ditemukan era ini.

Akan tetapi, pemakaian APD ini ternyata sudah dilakukan di era ke-14 lalu, dengan bentuk yang unik sekaligus mengerikan.

Plague Doctor, atau dokter wabah, menggunakan APD sangar ini era Eropa sedang terjangkit epidemi mematikan Black Death, yang menewaskan sebagian besar populasinya.

Baca juga: Kisah Misteri: Bagaimana Wabah Black Death Melahirkan Mitos tentang Vampir?

Biar disebut dokter, mereka bukanlah dokter profesional. Peran itu juga jarang menyembuhkan penderita, melainkan hanya mencatat total korban yang telah terkontaminasi wabah untuk tujuan demografis.

Bentuk APD-nya yang dipakai para sinse ini memang ikonik. Jika dokter pada umumnya berpakaian rapi dan berjas suci, Plague Doctor memakai “jas kulit kambing” rancangan Charles de l’Orme.

Dengan topi kulitnya jadi simbol, semua orang di masa itu menganggap mereka ahli kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Melacak Sejarah Masker dari Kurun Ke-6 SM hingga Pagebluk Black Death

Masker yang dipakai dokter wabah ini pula bukan masker seperti yang dikenal pada umumnya. Mereka memakai masker yang malah berbentuk seperti kepala rumor.

Yang paling unik adalah bentuk tengah dan isinya, di mana di dalamnya terdapat rempah-rempah seperti mint, sari anggrek, dan bahan herbal lainnya untuk menyaring udara.

Tujuan pemakaian cucuk dengan saringan herbal dan rempah ini supaya bau busuk jenazah korban Black Death tidak tercium. Masa itu, udara juga dianggap bisa terkontaminasi wabah ini.

Dokter wabah juga membawa tongkat berperan mencegah interaksi langsung secara para pasien. Kontak indra peraba langsung dikhawatirkan bisa memengaruhi wabah.