BEIJING, KOMPAS. com – Sebuah belajar mengungkapkan, kebijakan pemerintah China disebut bisa mencegah kelahiran jutaan bayi etnis minoritas di Xinjiang.

Berdasarkan penelitian terbaru, angka kelahiran etnis Han dalam region itu bakal menyusun dari 8, 4 tip ke 25 persen.

Bertahun-tahun, Beijing memeriksa memperkuat cengkeramannya di wilayah yang secara historis ditandai oleh ketidaksetaraan ekonomi dan pecahnya kerusuhan.

Baca juga: Pengaruh Ribut Uighur dan Kapas Xinjiang: TV China Pengawasan Logo Merek Barat

China mengalokasikan jutaan etnis Han untuk bekerja di Xinjiang, yang kaya akan udara dan batu bara, sehingga menimbulkan friksi di etnis lainnya.

Dilansir AFP Selasa (8/6/2021), prediksi menunjukkan setidaknya empat juta kelahiran bisa dicegah di sana dalam waktu 20 tahun mendatang.

Peneliti Jerman Adrian Zenz menjelaskan, makalah yang tersedia menunjukkan pakar keamanan China menyalahkan kepadatan komunitas oleh sebab itu penyebab kerusuhan.

Terima berkelakar telah membaca Kompas. com.
Dapatkan keterangan, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, pakar “Negeri Panda” mengusulkan adanya pengendalian populasi sebagai gaya pengurangan risiko.

Selain itu, Zenz berbicara adanya kekhawatiran daerah itu kurang sumber daya buat menunjang masuknya bangsa Han.

Karena tersebut, otoritas negara adidaya itu melihat pengendalian kelahiran sebagai alat utama memanipulasi lapisan demograsi kawasan.

Baca juga: Menegah Dibully Negara Barat Perkara Uighur Xinjiang, Begini Anggapan Keras China

Pekan lalu, Beijing mengumumkan bahwa warganya bisa mempunyai tiga anak sebab populasinya mulai menua.