PUTRAJAYA, KOMPAS. com – Badan Federal Agama islam atau Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) menuai kontroversi, lantaran menggunakan hadis untuk melarang rakyat menghina sultan.

Dalam unggahannya di Facebook dan Twitter JAKIM memuat hadis dengan berbunyi, “Sultan (pemerintah) adalah bayangan Allah di Dunia. ”

“Barangsiapa yang memuliakannya maka Allah memuliakannya, dan barangsiapa yang menghinanya maka Allah hendak menghinanya. ”

Baca juga: Introduksi Allah Boleh Dipakai Umat Kristen, Pemerintah Malaysia Tak Terima

Unggahan pada Kamis pagi (3/6/2021) itu tak lama kemudian mendapat bervariasi reaksi dari netizen Malaysia.

Mayoritas mempersoalkan apa tujuan memuat hadis itu, dan apakah mampu diterapkan dalam hukum negara.

Muhamad Zulkarnain Jamaluddin misalnya, yang menulis apakah mempertanyakan audit perbelanjaan istana termasuk menghina sultan.

“Kalau tanya, bagaimana pembalakan hutan dan pulau untuk golf, apakah dikira menghina sultan? ” lanjutnya.

Baca juga: Jalan Kata Allah yang Kesimpulannya Boleh Dipakai Umat Kristen di Malaysia

Kemudian FarRisch Schahrir yang di bio-nya tercatat mahasiswa Universitas Islam Universal Malaysia mengkritik, “Jangan tangkap satu hadis lalu mewujudkan hukum. ”

“Baca lagi bersama ayat Al Quran dan hadis-hadis lain yang berkaitan. Maaf Jakim kali ini Kamu membuat hal yang tidak benar. ”

Lalu Nik Rizal Nik Yusoff dari Universitas Sains Malaysia menulis, “Rasulullah SAW pun pernah menyebut di setiap rakyat ada hak arah pemerintah atau sultan. ”