JEDDAH, KOMPAS. com – Sebanyak pihak menuding, Israel melangsungkan kejahatan perang karena bombardir mereka ke kawasan Gaza.

Gaza berharta dalam kondisi krisis setelah Tel Aviv dan Hamas saling serang sejak 10 Mei, dengan lebih lantaran 200 orang tewas.

Ardi Imseis, profesor hukum di Universitas Queen, Kanada menyatakan Tel Aviv menggunakan kekuatan yang tak perlu dalam merespons Hamas.

Mengaji juga: Pasukan Israel Rilis Saat Mereka Membunuh Komandan Jihad Islam di Gaza

“Kami mempunyai landasan berpengaruh meyakini telah terjadi kedurjanaan perang dalam kejadian ini, ” kata Imseis.

Dilansir Al Jazeera Selasa (18/5/2021), Imseis mengecap Israel melanggar hukum humaniter internasional.

Selain itu, “Negeri Zionis” dianggap tidak menghormati prinsip perbedaan, proporsionalitas, dan pencegahan.

Imseis menjelaskan, pengingkaran itu kebanyakan berasal sebab Israel, namun dia menekankan pihak lain bukannya tak bertanggung jawab.

Tuduhan lain juga hadir dari Omar Shaker, anggota Human Rights Watch. Dia menyebut serangan Israel menghancurkan infrastruktur.

“Di Jalur Gaza, kita melihat serangan udara itu menargetkan bangunan komersial serta permukiman milik ratusan anak, ” kata dia.

Shaker menjelaskan, pukulan “Negeri Zionis” juga menerbitkan korban tewas di kalangan perempuan dan anak-anak.

Adapun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyerukan supaya Tel Aviv diselidiki atas tuduhan kejahatan perang.

Komisi PEDOMAN Permanen Independen menyatakan, rival utama Iran tersebut sudah membuat situasi kawasan tidak aman.

OKI meminta Pengadilan Kriminal Universal (ICC) untuk membuka penyelidikan terhadap pelanggaran Israel.

Baca serupa: AS Berniat Jual Senjata ke Israel Senilai Rp 10, 5 Triliun