TEHERAN, KOMPAS. com – Seorang pria di Iran dilaporkan dibunuh oleh saudara tiri dan sepupu karena dia gay.

Semua berawal ketika Ali Fazeli Monfared mengajukan penangguhan dinas militer karena orientasi seksualnya.

Ketika surat yang membuktikan pengesahan penangguhan dikirim, Monfared dilaporkan tidak sedang beruang di rumah.

Baca juga: Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Surat itu lalu ditemukan saudara tiri serta dua sepupu Monfared. Mereka kemudian merencanakan pembunuhan terhadapnya.

Pria berumur 20 tahun itu dijebak untuk masuk ke dalam mobil, di mana dibawa ke pohon palem & dibunuh.

Para-para pelaku meninggalkan jenazahnya sejenis saja di desa bernama Borumi, dan memberi tahu ibunya mengenai perbuatan itu.

Sebelum dipenggal, Monfared yang juga lumrah sebagai Alireza itu berencana ke Turki, dan berbaur bersama pasangannya.

6Rang, organisasi LGBT+ pada Iran menyatakan, tiga orang sudah ditangkap ats moralitas Monfared, dan dijerat urusan pembunuhan.

Dilansir Daily Mirror Rabu (12/5/2021), Monfared meminta penundaan dinas militer dan melahirkan dia gay.

“Sayangnya, dalam kasus Alireza, keputusan ini berujung kepada hilangnya nyawanya, ” nyata 6Rang.

Disebutkan ibu Monfared sangat syok dengan pembunuhan tersebut, karena pemuda itu adalah budak satu-satunya.

6Rang menerangkan ibu Monfared begitu sedih atas kematian putranya dan harus menerima pembelaan di rumah sakit.

Dikatakan Monfared menyimpan kesulitan dengan saudara tirinya, karena pelaku kerap mengecam caranya berpakaian.

Di iran, komunitas LGBT+ menjadi korban “pembunuhan terhormat” yang dilakukan keluarganya sendiri, karena mereka menganggapnya jadi aib.

Baca juga: Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Sudah Diancam Mati