BRUSSELS, KOMPAS. com – Presiden Upah Eropa Ursula von der Leyen pada Senin (26/4/2021) mengatakan, insiden Sofagate merupakan penanda Uni Eropa harus mengatasi seksisme.

Sofagate merupakan sebutan untuk peristiwa ketika von der Leyen tidak mendapat status saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, real kepala Dewan Eropa Charles Michel kebagian tempat duduk utama.

“Saya merasa sakit hati serta saya merasa sendirian sebagai wanita, dan sebagai karakter Eropa, ” kata von der Leyen kepada bagian parlemen, dikutip dari AFP .

Baca juga: Momen Canggung, Presiden Tip Eropa Tak Dapat Status saat Kunjungi Erdogan

Di Parlemen Eropa von der Leyen berkata, dia tak melihat adanya alasan kenapa harus diperlakukan berbeda secara Charles Michel.

Michel mendapat kursi dalam sebelah Erdogan di ajaran bendera Uni Eropa & Turki, sedangkan von der Leyen duduk di soda yang agak jauh.

“Saya wanita mula-mula yang menjadi Presiden Upah Eropa. Saya adalah Presiden Komisi Eropa, ” katanya jelang debat parlemen mengenai hubungan Uni Eropa serta Turki.

“Dan itu adalah perlakuan dengan saya harapkan ketika mengunjungi Turki dua minggu semrawut, sebagai presiden komisi, tetapi saya tidak mendapatkannya. ”

Mengucapkan juga: Presiden Komisi Eropa Tak Diberi Kursi saat Kunjungi Erdogan, Benua Menak Tanggapi dengan Serius

“Saya tidak dapat menemukan pembenaran untuk apa yang kami perlakukan dalam perjanjian Eropa. ”

“Jadi saya harus menyimpulkan itu terjadi karena saya seorang wanita. ”

Tak lama setelah pertemuan di Ankara awal bulan ini, beberapa pejabat Eropa menekankan bahwa Michel merupakan senior Ursula von der Leyen dalam hierarki diplomatik.

Namun Pemimpin Komisi Eropa itu menjelaskan, dia berharap diperlakukan setimpal dengan sesama ketua Uni Eropa.

von der Leyen pun menerangkan, penghormatan terhadap hak-hak rani tidak hanya harus menjadi prasyarat untuk dimulainya balik dialog dengan Turki, tetapi Eropa sendiri juga kudu berbuat lebih baik di bidang ini.

Baca juga: Ketua Komisi Eropa Tak Mampu Kursi Saat Bertemu Erdogan, Turki Enggan Disalahkan