MAPUTO, KOMPAS. com – Presiden Mozambik Filipe Nyusi mengeklaim, pasukannya lulus memukul mundur anggota ISIS dari kota Palma.

“Teroris kini padahal dikejar dari Palma, ” ujar Nyusi dalam maklumat pertama sejak serangan pada Maret lalu.

Nyusi menegaskan mereka belum mendeklarasikan kemenangan karena itu masih berjuang melawan terorisme.

Membaca juga: Kisah Anak Pertaruhkan Nyawa, Selamatkan Keluarga dibanding Kekejaman ISIS di Mozambik

Nyusi yang berbicara dalam sela pertemuan regional menuturkan, pemerintahannya sudah meminta tumpuan tanpa menjabarkan detilnya.

“Pemerintahan kami ngerasa diperlukan bantuan internasional buat menangani terorisme ini, ” kata dia.

Presiden berusia 62 tarikh itu menyatakan, kekuatan langka itu akan menopang mereka mempertahankan kedaulatan negara.

Teroris yang berafiliasi dengan ISIS menguasai Palma, kota dekat proyek udara alam (LNG) sejak 24 Maret.

Televisi pemerintah TVM melaporkan, gabungan pemberontak itu merusak panti sakit, bank, hingga dewan jaksa penuntut umum.

Pasukan Mozambik yang berusaha merebut tanah air terlihat menarik kantong plastik hitam berisi jenazah dengan terbaring di jalan.

Badan PBB dengan menangani pengungsi (UNHCR) mengutarakan, serangan itu membunuh puluhan orang, dengan 11. 000 lainnya terpaksa mengungsi.

Kebanyakan pengungsi meninggalkan hutan dengan hanya kecil makanan dan minuman pra mereka mencapai daerah terdekat.

Sementara ratusan lainnya dilaporkan mengungsi ke Tanzania, di mana mereka ditolak untuk masuk.

Dilansir AFP Kamis (8/4/2021), raksasa energi Perancis Total yang menangani proyek LNG menarik seluruh stafnya dari proyek di Afungi.

PBB mengabarkan, mereka terpaksa menangguhkan penerbangan evakuasi di Afungi, pada tengah berkumpulnya ribuan pengungsi.

Menyuarakan juga: Seperti Ini Kengerian Serangan ISIS di Tanah air Mozambik