KOMPAS. com – Sudah menjadi rahasia umum bahwa nasi merupakan makanan pokok orang Asia.

Di kaum negara Asia, khususnya Asia Tenggara, makan nasi secara tangan adalah suatu hal yang lumrah. Bahkan, mengunyah nasi dengan sendok & garpu pun juga tidak mengapa.

Tetapi, baru-baru ini, akun Twitter @TheRoyalButler yang mengeklaim dirinya sebagai pakar etiket Inggris mengatakan bahwa tidak seharusnya memakan nasi dengan tangan.

Baca juga: Seharga Rp 7. 000, Nasi Lapis Jualan Hotel Bintang 5 Laku 300 Porsi Sehari

Melansir World of Buzz , Senin (8/3/2021), @TheRoyalButler adalah pria bernama Grant Harrold yang ialah mantan kepala pelayan Pangeran Charles, William, dan Harry.

“Ingatlah bahwa kita selalu menggunakan pisau & garpu atau sumpit untuk makan nasi! Kita tak menggunakan tangan atau jari kita, ” tulis Harrold di Twitter.

Unggahan tersebut juga disertai foto piring dengan kaum bulir nasi yang menempel pada garpu dan pisau.

Menangkap juga: Hotel Bintang 5 Jualan Nasi Bungkus Rp 7. 000, Koki: Biar Pembeli Bahagia

Tidak jelas apakah unggahan tersebut hanyalah hati atau serius. Tapi, unggahan tersebut direspons dengan kemurkaan dan sindiran oleh netizen dari Asia.

Para netizen mengatakan, Harrold tidak berhak menyusun cara makan nasi dengan benar sebab nasi adalah makanan pokok orang Asia.

“Kami, karakter Korea, makan nasi dengan sendok dan dengan lengah (kimbap), ” tulis lupa satu netizen .

Baca juga: Hotel Kartika 5 Banting Setir Jualan Nasi Bungkus, Harganya Rp 7. 000 Seporsi

Akun Twitter @CharlieUKEY menyindir unggahan tersebut dengan membalas sebuah unggahan berupa seporsi nasi dengan berbagai macam lauk namun dimakan dengan menggunakan tangan.

“Anda harus belajar tentang budaya dengan berbeda, bukan hanya adat barat, ” tulis akun Twitter @deopradito.

Sementara itu, akun Twitter @mnazminordin_ kaget melihat foto tersebut. Pasalnya, Harrold mamah nasi dengan pisau.

Hingga berita itu ditulis, unggahan @TheRoyalButler tersebut telah ditanggapi lebih sebab 7. 600 kali dan disukai sebanyak lebih daripada 1. 000 pengguna Twitter.

Membaca juga: Hendak Diselundupkan ke China, Kadal Australia Ditemukan dalam Penanak Nasi