ISTANBUL, KOMPAS. com – Pengadilan Turki yang mengadili 26 simpulan Arab Saudi in absentia atas pembunuhan Jamal Khashoggi menolak mengakui laporan AS yang menyalahkan putra mahkota Mohammed bin Salman ( MBS) atas pembunuhan itu.

Hal tersebut diungkapkan dalam persidangan lanjutan pada Kamis (4/3/2021) sebagaimana dilansir AFP .

Khashoggi merupakan jurnalis cum kolumnis The Washington Post yang dibunuh dan dimutilasi di dalam gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Dia dibunuh di dalam konsulat ketika hendak menyelenggarakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk menikahi tunangannya, Hatice Cengiz.

Cengiz dan seorang diplomat Jerman menghadiri persidangan tersebut.

Baca juga: AS Bungkam soal Hukuman Anak Mahkota Arab Saudi di Pembunuhan Khashoggi

Jaksa Turki mengeklaim, Wakil Kepala Polisi Arab Saudi Ahmed al-Assiri dan konsultan media Saud al-Qahtani memimpin operasi pembunuhan Khashoggi.

Jaksa tersebut menambahkan, keduanya meluluskan perintah kepada tim eksekutor Arab Saudi untuk menghabisi Khashoggi.

Sementara, laporan yang dirilis AS tersebut mengatakan, Washington mempunyai alasan untuk menyimpulkan bahwa MBS menyetujui operasi pembunuhan tersebut.

Petunjuk itu menambahkan, kesimpulan itu didasarkan salah satunya karena MBS menggunakan tindakan kebengisan untuk membungkam para pembangkang di luar negeri.

Baca selalu: 3 Nama Tiba-tiba Gaib dalam Laporan Intelijen GANDAR Soal Pembunuhan Khashoggi

Di bagian lain, Cengiz meminta meja hijau Istanbul untuk menambahkan keterangan AS ke berkas bukti kasus.