RAMALLAH, KOMPAS. com – Kementerian Kesehatan Palestina mendorong rencana lockdown 2 pekan di tengah lonjakan infeksi virus corona pada Tepi Barat.

Menteri Kesehatan Otoritas Palestina (PA), Mai al-Kaila meluluskan gagasan lockdown kepada Pertama Menteri Pelastina Mohammad Shtayyeh memberlakukan lockdown komprehensif sebab kasus positif Covid-19 meningkat 20-30 persen.

Baca juga: Raja perempuan Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Tengah, tempat tidur di sejumlah rumah sakit kapasitasnya dekat penuh, menurut situs departemen seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (26/2/2021).

“Ini gelombang ketiga wabah virus corona di Palestina, ” kata al-Kaila kepada jalan lokal pada Jumat (26/2/2021).

“Dan masa ini adalah masa yang paling sulit sejak pandemi dimulai, ” lanjutnya.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Ia lalu mengatakan bahwa lonjakan total kasus orang terinfeksi terkait dengan munculnya varian hangat virus corona yang mula-mula kali dilaporkan di Inggris dan Afrika Selatan.

Sementara ini, varian baru virus corona yang datang dari Brzil belum terdeteksi di Palestina.

Baca juga: Filipina Tawarkan Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Kasus virus corona di Susur Barat dan Jalur Gaza mencapai 180. 000, masa jumlah kematian lebih lantaran 2. 000, menurut Johns Hopkins University.

PA mulai mengkampanyekan vaksinasi virus corona di Susur Barat pada 2 Februari, setelah tiba 2. 000 dosis vaksin Covid-19 dibanding Israel dan 10. 000 dosis dari Rusia.

Baca pula: China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Jalur Gaza secara keterbatasan inokulasi, kontras secara Israel, di mana 50 persen dari 9, 3 juta populasinya telah menyambut suntikan vaksin Covid-19 pertama dari 2 dosis.

Warga Palestina pada Israel termasuk di jarang mereka yang mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Ghana Negeri Pertama Penerima 600. 000 Dosis Vaksin Covid-19 Gratis dari Skema Covax PBB