LONDON, KOMPAS. com – Sebuah rumpun telah memenangkan pertarungan hukum selama 43 tahun, guna menemukan kebenaran tentang kematian anak laki-lakinya.

Carl Marrows awalnya dikatakan meninggal karena sebab alami. Tetapi kemudian terungkap kenyataannya bocah berumur lima tahun itu kehilangan menghabisi karena kesalahan staf rumah melempem.

Melansir Daily Mail di dalam Minggu (14/2/2021), seorang detektif meneropong kembali kematian bocah itu, sesudah keluarga terus melakukan pertarungan kaidah selama bertahun-tahun.

Penyelidikan ulang akhirnya menyimpulkan Carl sudah menjadi korban kelalaian dan kegagalan perawatan yang parah.

Keputusan dalam pemeriksaan terakhir di Hull minggu lalu disambut baik oleh ayah bocah tersebut. Dia mengatakan staf rumah sakit telah menutupi kebenaran.

Balita yang menderita spina bifida itu, meninggal setelah operasi dalam 1978 di Rumah Sakit Umum Scunthorpe, Inggris. Tindakan medis dilakukan untuk memperbaiki gaya berjalannya.

Dia menderita kehilangan banyak darah karena komplikasi dengan diketahui dari prosedur tersebut. Sebuah pemeriksaan pada 1986 menempatkan janji tersebut karena penyebab alami.

Baca juga: Meninggal Dunia, Pengusaha Tajir Wariskan Rp 69 Miliar untuk Anjingnya

Namun terdorong menikmati ketidakadilan, keluarganya menantang keputusan itu bertahun-tahun kemudian.

Abu Carl, John Marrows, mendekati aparat koroner Profesor Paul Marks dengan menemukan catatan atas kasus tersebut.

Penyidik kasus maut itu setuju bahwa putusan vila sakit atas anak John “tidak konsisten”. Paul pun mendukung upayanya agar temuan pemeriksaan dibuktikan kembali di Pengadilan Tinggi.