YANGON, KOMPAS. com – Militer Myanmar mungkin kuat secara senjata mereka, namun beberapa pedemo yang melawan kudeta tampak bahadur ‘menunjukkan kekuatan otot bisep & trisep’ di tengah demonstrasi yang menuntut pembebasan pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi.

Protes massa pada Rabu (10/2/2021) di Myanmar menandai hari kelima demonstrasi nasional setelah pemimpin sipil Aung San Suu Kyi ditahan dan negara itu balik ke pemerintahan militer usai 10 tahun demokrasi.

Melansir kantor berita AFP , polisi telah meningkatkan aksi kekerasan seperti menyemprotkan gas minuman mata, meriam air dan pelor karet kepada para demonstran.

Baca juga: Ragam Kreatif Demonstran Menentang Kudeta Tentara Myanmar: Mantan Saya Buruk, akan tetapi Militer Lebih Buruk

Namun, puluhan seperseribu orang di Yangon, mantan ibu kota Myanmar seakan-akan tak peduli dan terus turun ke pekerjaan.

Banyak dari para pedemo memakai kostum yang menjadikan perhatian publik sebagai strategi kreatif yang berbeda dengan taktik ancaman yang digelontorkan pihak berwenang.

Seorang pelatih fisik pribadai di Yangon, Phyo Ko mengucapkan bahwa dia ingin menambah gaya pada demonstrasi pro-demokrasi itu.

“Saya sama sekali tak menginginkan kediktatoran militer, ” katanya dalam sebuah unggahan di Facebook dengan foto dirinya dan teman-temannya memamerkan otot dada dan six-pack dalam tubuh.

Membaca juga: Militer Myanmar Gerebek dan Hancurkan Markas Besar Partai Aung San Suu Kyi di Yangon

Selain para pria setengah telanjang itu, tersedia juga para wanita yang berpakaian seperti putri dan ratu kemolekan dengan memakai tiara dan balut pinggang yang menambahkan sentuhan glamor selama demonstrasi.

Yang lainnya tampak menggunakan payung beragam cerah untuk berlindung dari sinar matahari.

‘Saya tak ingin kediktatoran, Saya hanya mau punya pacar’

AFP/YE AUNG THU Wanita Myanmar dalam gaun pengantin memegang plakat selama demonstrasi menentang kudeta militer 1 Februari di Yangon pada 10 Februari 2021.

Sekelompok wanita berdemo dengan memakai gaun berbahan taf dan gaun pengantin renda dengan sepatu sneaker menyembul di lembah.