WASHINGTON DC, KOMPAS. com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat ( AS) yang baru, Lloyd Austin, menelepon Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi pada Minggu (24/1/2021).

Dalam percakapan telepon tersebut, Austin menegaskan komitmen GANDAR mendukung Jepang mengenai kepulauan mungil di Laut China Timur yang menjadi sengketa dengan China.

Saking menjadi sengketanya, cantik Jepang dan China memberikan kepulauan tersebut nama sendiri sebagaimana dilansir dari Reuters .

Membaca juga: Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Jepang menyuarakan kepulauan itu sebagai Kepulauan Senkaku. Sedangkan China menamakan pulau-pulau kecil itu sebagai Kepulauan Diaoyu.

Austin dan Kishi membenarkan Pasal 5 dari perjanjian kebahagiaan AS-Jepang yang menetapkan kewajiban pertahanan AS kepada Jepang, mencakup Kepulauan Senkaku, lapor kantor berita Jiji .

Kedua menteri pertahanan itu pula menegaskan kembali tentangan mereka terhadap tindakan sepihak yang akan merusak hak Jepang untuk mengelola kepulauan itu, lapor Jiji .

Menangkap juga: Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Cepat 100 Km Per Jam serta Salju Lebat

Jepang menjadi semakin prihatin mengenai meningkatnya aktivitas China di Laut China Timur.

Awal tahun ini, kapal-kapal China juga dilaporkan memasuki wilayah perairan di Kepulauan Senkaku tersebut.

Percakapan via telepon itu menandai pembicaraan tingkat menteri mula-mula antara Tokyo dan Washington sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada Rabu (20/1/2021).

Baca juga: 200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Bersambung di Jepang, 1 Tewas

Austin, yang merupakan pensiunan Jenderal Angkatan Darat GANDAR, membuat sejarah pada Jumat (22/1/2021) sebagai pria kulit hitam prima yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS.

Sementara tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar menerjang percakapan telepon tersebut.

Komando Indo-Pasifik AS (USPACOM) mengatakan pada Minggu bahwa gugus menyerbu dari Angkatan Laut AS mendatangi Laut China Selatan pada Sabtu (23/1/2021).

Itu ialah hari yang sama di mana Taiwan melaporkan pesawat pengebom dan jet tempur China memasuki daerah identifikasi pertahanan udara Taiwan dalam dekat Kepulauan Pratas.

Baca juga: Kecelakaan Berat Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan